<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PMKRI</title>
	<atom:link href="http://www.pmkri.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pmkri.or.id</link>
	<description>Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 23:03:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Ignatius Joseph Kasimo: Pahlawan Nasional</title>
		<link>http://www.pmkri.or.id/ignatius-joseph-kasimo-pahlawan-nasional-614.php?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ignatius-joseph-kasimo-pahlawan-nasional</link>
		<comments>http://www.pmkri.or.id/ignatius-joseph-kasimo-pahlawan-nasional-614.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 22:55:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PMKRI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pmkri.or.id/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Pendiri Partai Katolik, Ignatius Joseph Kasimodianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional dilakukan di Istana Negara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa 8 November 2011 ini sebagai rangkaian dari perayaan Hari Pahlawan 2011. IJ Kasimo mungkin bagi kebanyakan masyarakat Indonesia merupakan nama yang masih asing dan tidak terlalu dikenal, pun juga bagi sebagian orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/11/ij-kasimo-2-300x2921.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-616" title="ij-kasimo-2-300x292" src="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/11/ij-kasimo-2-300x2921.jpg" alt="" width="300" height="292" /></a>Pendiri Partai Katolik, <strong>Ignatius Joseph Kasimo</strong>dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional dilakukan di Istana Negara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa 8 November 2011 ini sebagai rangkaian dari perayaan Hari Pahlawan 2011.</p>
<p>IJ Kasimo mungkin bagi kebanyakan masyarakat Indonesia merupakan nama yang masih asing dan tidak terlalu dikenal, pun juga bagi sebagian orang Katolik. <strong>Ignatius Joseph Kasimo</strong>, anak seorang prajurit keraton Yogyakarta yang menjadi Katolik di bawah asuhan Pater van Lith, SJ telah menjadi teladan bagaimana berpolitik semestinya dihidupi dan mengabdi kepada kepentingan rakyat.</p>
<p>Pernah menjadi murid Pater van Lith, SJ di Sekolah Guru Muntilan, IJ. Kasimo muda banyak mengabdikan diri dan karyanya di bidang pendidikan.  Selain pendidikan, pernah juga IJ. Kasimo muda bekerja sebagai mandor perkebunan karet . Namun karena keberanian IJ. Kasimo membela buruh-buruh yang ditindas, IJ. Kasimo akhirnya dipindah kembali menjadi guru pertanian. Kedalamannya akan penghayatan iman katolik dalam hidup nyata di masyarakat dan bangsanya sangat dipengaruhi oleh pemahaman IJ. Kasimo tentang Ajaran Sosial Gereja. Inspirasi dari ASG yang menekankan kemerdekaan, persamaan hak dan persatuan bangsa mendorong IJ. Kasimo untuk mulai aktif di berbagai organisasi pergerakan dan politik.</p>
<p>Peranan IJ. Kasimo dalam perjuangan kebangsaan dimulai dari kegigihannya membela dan memperjuangkan hak-hak kemerdekaan di dalam <em>Volksraad</em> (Dewan Rakyat) dari tahun 1931-1943. Pidato terkenalnya di <em>Volksraad</em> adalah ketika dia menyerukan kemerdekaan untuk bangsa Indonesia dalam sidang <em>Volksraad</em> 19 Juli 1932.</p>
<p>Bagi kalangan Katolik sendiri IJ. Kasimo dipandang sebagai “bapak politik” bagi umat Katolik Indonesia. Lewat <strong>Partai Katolik</strong> yang didirikannya IJ. Kasimo mau menggarisbawahi bahwa iman katolik adalah iman yang harusnya menggema dalam hidup bermasyarakat sehari-hari.</p>
<p>IJ. Kasimo melihat politik sebagai sebuah sarana perjuangan yang harus dilaksanakan dengan menjunjung kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat. Dan ini semua dia yakini sebagai sebuah penghayatan akan iman Katoliknya. Sebagai seorang Katolik, IJ. Kasimo berani berdiri di persimpangan, mewartakan yang benar, dan atas keyakinan dan imannya dia berani memperjuangkan kebenaran itu.</p>
<p>Diangkatnya IJ. Kasimo menjadi Pahlawan Nasional seharusnyalah membuat kita umat Katolik diajak untuk kembali bercermin pada sosok IJ. Kasimo. Dewasa ini, baik para uskup, umat dan kita semua, tidak banyak yang berdiri di “persimpangan” untuk mewartakan kebenaran. Mungkin tidak ada lagi para uskup atau awam yang berani bersuara lantang secara individu atas ketidakadilan baik yang menimpa umat Katolik atau masyarakat pada umumnya. Bagaimana politikus Katolik? Kita patut prihatin misalnya beberapa skandal di DPR baik hukum dan keuangan malah melibatkan politisi Katolik, yang tidak berani bersuara melantangkan kebenaran.</p>
<p>IJ. Kasimo adalah potret bagaimana iman bersuara dan mungkin merupakan sebuah “sketsa” Gereja yang bersuara. Dia adalah potret bagaimana iman itu menggema dalam hidup  dan memberanikan diri berpijak pada “yang benar”.</p>
<p>Semoga kita dan Gereja Katolik Indonesia tidak semakin takut kepada “yang bayar” atau malu-malu berbicara lantang tentang “yang benar”. Bila kita takut, semoga bercermin pada Ignatius Joseph Kasimo dan Yesus sendiri membuat kita berani bangkit.</p>
<p><em>(disarikan dari berbagai sumber)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pmkri.or.id/ignatius-joseph-kasimo-pahlawan-nasional-614.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>41 Mahasiswa Unima Gabung PMKRI Tondano</title>
		<link>http://www.pmkri.or.id/41-mahasiswa-unima-gabung-pmkri-tondano-605.php?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=41-mahasiswa-unima-gabung-pmkri-tondano</link>
		<comments>http://www.pmkri.or.id/41-mahasiswa-unima-gabung-pmkri-tondano-605.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 16:53:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PMKRI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cabang Tondano]]></category>
		<category><![CDATA[mpab]]></category>
		<category><![CDATA[Tondano]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pmkri.or.id/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[TAK kurang dari 41 mahasiswa dari berbagai Fakultas di Universitas Negeri Manado (Unima) bergabung dengan organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tondano. Puluhan mahasiswa ini resmi menjadi anggota usai mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) yang digelar, Sabtu (24/09) lalu. “Total ada 41 anggota baru yang kami terima lewat MPAB. Mereka berasal dari berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/11/PMKRI-Tondano-1.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-606" title="PMKRI Tondano (1)" src="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/11/PMKRI-Tondano-1-1024x767.jpg" alt="" width="500" height="374" /></a></p>
<p><strong>TAK</strong> kurang dari 41 mahasiswa dari berbagai Fakultas di Universitas Negeri Manado (Unima) bergabung dengan organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tondano. Puluhan mahasiswa ini resmi menjadi anggota usai mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) yang digelar, Sabtu (24/09) lalu.</p>
<p>“Total ada 41 anggota baru yang kami terima lewat MPAB. Mereka berasal dari berbagai fakultas yang ada di Unima,” ujar Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Tondano, Werenfridus Talia didampingi Sekjen Maya Melania Oping.</p>
<p id="yui_3_2_0_1_1321116399456112">Talia mengungkapkan, selama MPAB tersebut calon anggota mendapatkan sejumlah materi yang menyangkut tiga benang merah yakni Intelektualitas, kekatolikan dan fraternitas. “Presidium Pengembangan Organisasi PP PMKRI, Carolus Nino Luwange turut menyampaikan materi tentang retorika serta Ajaran Sosial Gereja,” jelas Talia.</p>
<p>Dia menambahkan, usai MPAB selanjutnya anggota baru tersebut akan menjalani Masa Bimbingan (Mabim) yang merupakan pendidikan formal jenjang selanjutnya dalam silabus pendidikan PMKRI.<strong>(***)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pmkri.or.id/41-mahasiswa-unima-gabung-pmkri-tondano-605.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Talokon Fokus Konsolidasi PMKRI Cabang Tomohon</title>
		<link>http://www.pmkri.or.id/talokon-fokus-konsolidasi-pmkri-cabang-tomohon-602.php?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=talokon-fokus-konsolidasi-pmkri-cabang-tomohon</link>
		<comments>http://www.pmkri.or.id/talokon-fokus-konsolidasi-pmkri-cabang-tomohon-602.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 16:44:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PMKRI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cabang Tomohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pmkri.or.id/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[BERTEMPAT  di Aula Tunas Karya Tomohon, Sabtu (24/09) malam lalu,  Presidium Pengembangan Organisasi PP PMKRI, Carolus Nino Luwange secara resmi melantik, Laurentius Kiki Talokon sebagai Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Tomohon. Selanjutnya, Talokon melantik struktur DPC PMKRI Cabang Tomohon Periode 2011-2012. Dalam sambutannya, Talokon mengatakan, saat ini PMKRI Cabang Tomohon bisa dikatakan bangkit kembali setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p id="yui_3_2_0_1_1321115776490120"><a href="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/11/tomohon.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-603" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/11/tomohon-1024x576.jpg" alt="" width="500" height="281" /></a></p>
<p><strong>BERTEMPAT  </strong>di Aula Tunas Karya Tomohon, Sabtu (24/09) malam lalu,  Presidium Pengembangan Organisasi PP PMKRI, Carolus Nino Luwange secara resmi melantik, Laurentius Kiki Talokon sebagai Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Tomohon.</p>
<p>Selanjutnya, Talokon melantik struktur DPC PMKRI Cabang Tomohon Periode 2011-2012. Dalam sambutannya, Talokon mengatakan, saat ini PMKRI Cabang Tomohon bisa dikatakan bangkit kembali setelah sekian lama mengalami kemandekan. “Untuk itu focus perhatian saya ke depan adalah bagaimana melakukan konsolidasi organisasi, merekrut anggota, sehingga nantinya PMKRI Cabang Tomohon bisa kembali mengambil peran penting di Kota Tomohon seperti di masa lalu,” tegas Talokon.</p>
<p id="yui_3_2_0_1_1321115776490121">Sementara itu, Nino dalam sambutannya mengatakan, PMKRI Cabang Tomohon itu dikatakan hidup jika dia bisa bergerak. Dengan melihat potensi dan semangat yang ada, lanjut Nino, dirinya optimis ke depannya PMKRI Cabang Tomohon bisa bangkit lagi. “Saya optimis dengan potensi yang ada ini, PMKRI Tomohon bisa bangkit lagi. Perubahan yang besar itu dimulai dari hal yang kecil,” ujar Nino.</p>
<p>Sedangkan anggota Dewan Pembina PMKRI Cabang Tomohon, Fransiskus Marcelino Talokon dalam sambutannya berharap, semangat pantang menyerah dari pengurus yang ada hendaknya selalu dikobarkan sehingga bisa mengawal kepengurusan ini hingga masa periode berakhir, dan ditularkan pada kepengurusan selanjutnya.<strong>(yoseph ikanubun)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pmkri.or.id/talokon-fokus-konsolidasi-pmkri-cabang-tomohon-602.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Namsa : Sinergitaskan Pendidikan dan Perjuangan</title>
		<link>http://www.pmkri.or.id/namsa-sinergitaskan-pendidikan-dan-perjuangan-598.php?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=namsa-sinergitaskan-pendidikan-dan-perjuangan</link>
		<comments>http://www.pmkri.or.id/namsa-sinergitaskan-pendidikan-dan-perjuangan-598.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 15:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PMKRI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cabang Manado]]></category>
		<category><![CDATA[manado]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pmkri.or.id/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Dari pelantikan DPC PMKRI Cabang Manado Manado St Thomas Awuinas KETUA Presidium DPC Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado, Giovanni Namsa mengatakan, ke depannya organisasi yang dipimpinnya tersebut akan fokus pada upaya mensinergitaskan pendidikan kader serta perjuangan. Hal ini dikatakan Namsa usai dilantik oleh Pengurus Pusat (PP) PMKRI di Auloa Keuskupan Manado, Jumat (23/09) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/11/Pelantikan-Manado.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-599" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/11/Pelantikan-Manado-1024x576.jpg" alt="" width="500" height="281" /></a>Dari pelantikan DPC PMKRI Cabang Manado Manado St Thomas Awuinas</p>
<p><strong>KETUA</strong> Presidium DPC Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado, Giovanni Namsa mengatakan, ke depannya organisasi yang dipimpinnya tersebut akan fokus pada upaya mensinergitaskan pendidikan kader serta perjuangan. Hal ini dikatakan Namsa usai dilantik oleh Pengurus Pusat (PP) PMKRI di Auloa Keuskupan Manado, Jumat (23/09) lalu.</p>
<p>“Agenda besar yang saya bersama kepengurusan ini akan bawa ke depan adalah, bagaimana mensinergitaskan antara pendidikan dan perjuangan kader-kader PMKRI,” ujar Namsa.</p>
<p>Sementara itu, Presidium Pengembangan Organisasi PP PMKRI, Carolus Nino Luwange mengingatkan agar setiap kader PMKRI harus mampu untuk melakukan perubahan terhadap tatanan yang ada, yang dirasa bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, serta visi misi organisasi. “Perubahan ini harus dimulai dengan perjuangan. Kita harus bernai untuk memulainya,” ujar Nino.</p>
<p>Sementara itu, Anggota Dewan Pembina PMKRI Cabang Manado, Ruben F Kalalo SIK dalam sambutannya mengingatkan agar dalam mengemban misi organisasi settiap kader PMKRI senantiasa mengaplikasikan semangat kerendahan hati dan rela berkorban untuk kepentingan bersama.</p>
<p id="yui_3_2_0_1_13211127017876294">Usai melantik DPC PMKRI Cabang Manado, dua hari berturut-turut PP PMKRI juga melantik DPC PMKRI Cabang Tomohon dan DPC PMKRI Cabang Bitung. Laurentius Kiki Talokon, Sabtu (24/09) malam lalu, dilantik menahkodai PMKRI Cabang Tomohon, sementara Valerius Karundeng dilantik sebagai Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Bitung, Minggu (25/09) lalu.<strong>(yoseph ikanubun)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pmkri.or.id/namsa-sinergitaskan-pendidikan-dan-perjuangan-598.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KADERISASI ADALAH KUNCI</title>
		<link>http://www.pmkri.or.id/kaderisasi-adalah-kunci-562.php?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kaderisasi-adalah-kunci</link>
		<comments>http://www.pmkri.or.id/kaderisasi-adalah-kunci-562.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 10:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PMKRI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Cabang Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pmkri.or.id/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[Pro Ecclesia Et Patria! Pro Ecclesia Et Patria! Pro Ecclesia Et Patria! Pekik semboyan misi PMKRI terdengar lantang disertai tangan kiri menantang. Sebanyak 36 peserta sejak Jumat (08-11/09) telah menjalani masa Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) PMKRI Cabang Yogyakarta Santo Thomas Aquinas di Wisma Salam, Yogyakarta. Mereka merupakan anggota PMKRI yang diseleksi dari Jambi, Lampung, Samarinda, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/09/Bersama-Bu-Maria-Goretti-Anggota-DPD-RI.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-563" title="Bersama Bu Maria Goretti, Anggota DPD RI" src="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/09/Bersama-Bu-Maria-Goretti-Anggota-DPD-RI-683x1024.jpg" alt="" width="320" height="479" /></a><strong>Pro Ecclesia Et Patria!</strong></em></p>
<p><strong><em>Pro Ecclesia Et Patria!</em></strong></p>
<p><strong><em>Pro Ecclesia Et Patria!</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p>Pekik semboyan misi PMKRI terdengar lantang disertai tangan kiri menantang. Sebanyak 36 peserta sejak Jumat (08-11/09) telah menjalani masa Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) PMKRI Cabang Yogyakarta Santo Thomas Aquinas di Wisma Salam, Yogyakarta. Mereka merupakan anggota PMKRI yang diseleksi dari Jambi, Lampung, Samarinda, Bogor, Purwokerto, Surakarta, Malang dan Yogyakarta.</p>
<p>Puluhan peserta Latihan Kepemimpinan Kader yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Yogyakarta ini merupakan anggota yang menjalani kaderisasi ditengah krisis internal perhimpunan dan gonjang-ganjing politik kebangsaan. Tema “Menuju Kepemimpinan Politik Berkarakter, Visioner dan Misioner” diharapkan menjadi satu visi bagi PMKRI dalam mendasari sikap politiknya selaras dengan prinsip dan nilai perjuangan perhimpunan dan nilai kekatolikan. Selain itu, hal ini dimaksudkan sebagai upaya kecil perbaikan bagi ranah politik yang semakin carut marut dalam kepentingan golongan dan partai tertentu melalui upaya kaderisasi.</p>
<p><strong>Menemukan Tuhan dalam Kepemimpinan</strong></p>
<p>Sebagai sebuah pengenalan mendasar mengenai kepemimpinan, para peserta diajak mengenali potret peran mereka di dalam gereja. Rm. Bagus Aris Rudiyanto, SJ selaku Romo Kemahasiswaan Yogyakarta yang memberikan pandangannya seputar peran kaum muda dalam gereja. Beliau mendorong agar antara peran ‘altar’ dan ‘pasar’ dapat diselaraskan. Peran kaum muda dalam gereja harus dimaknai juga sebagai panggilan untuk mendorong kehidupan masyarakat yang lebih baik.</p>
<p>Mengenali peran serta mendalami kepemimpinan mensyaratkan peserta mampu mengenali relasinya dengan Allah. Maka agar peserta dapat mengenali peran mereka di tengah gereja dengan lebih baik, terlebih dahulu mereka hendaknya mampu mengenali kedekatannya dengan Allah serta menemukan panggilannya masing-masing. Rm. Suhardiyanto, SJ, menekankan hal tersebut selama pelatihan dengan mendorong peserta untuk menjadi pribadi yang sadar dan dekat dengan Allah. Peserta juga diajak mengenali prinsip dan dasar yang menegaskan tujuan manusia diciptakan yakni memuji, mencintai dan mengabdi Allah. Semua ini begitu penting artinya agar peserta dapat menemukan dan mengabdi Tuhan dalam peran mereka sebagai pemimpin.</p>
<p><strong>Tobat dan Perutusan</strong></p>
<p>Sebagai bagian dari olah kepemimpinan yang dijiwai oleh spiritualitas kekatolikan, para peserta diajak untuk menghidupi semangat tobat dalam perutusan mereka di dunia ramai. Sebelum mengakhiri pelatihan, para peserta diberi kesempatan untuk menerima sakramen tobat secara bergiliran. Hal yang menggembirakan bahwa kendati tidak ada keharusan yang mewajibkan peserta, hamper seluruh peserta memberi waktu untuk melakukan rekonsiliasi personal dan menjalin dengan lebih baik lagi relasi mereka dengan Allah.</p>
<p>Selain itu untuk mendorong perutusan yang jelas dan terukur, para peserta dibagian akhir juga diajak berdialog memikirkan rencana aksi mereka di tingkatan masing-masing cabang. Beberapa peserta dari tiap cabang didorong untuk mampu membangun rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang terutama yang berkaitan dengan kaderisasi PMKRI. Peserta didorong untuk mampu membawa nyala api perutusan dari latihan kepemimpinan kader ke cabang masing-masing dan dalam bentuk aksi nyata.</p>
<p>Lusiana Bintang Siregar, Ketua Presidium PMKRI Cabang Yogyakarta, mengungkapkan harapannya agar peserta yang telah mengikuti latihan ini dapat menjadi pemimpin yang berkarakter serta mampu menjadi teladan di tengah lingkungannya. Memiliki visi ke depan tentang masa depan keindonesiaaan dan kemanusiaan serta berani mengambil pilihan untuk terlibat dalam misi yang ditujukan untuk hidup yang lebih berkeadilan. Mengatasi persoalan internal, kaderisasi yang berkualitas menjadi salah satu kunci perbaikan. Sebelum mengakhiri latihan kepemimpinan kader digelar perayaan ekaristi serta siding penutupan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pmkri.or.id/kaderisasi-adalah-kunci-562.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SILATURAHMI IDUL FITRI PMKRI YOGYAKARTA</title>
		<link>http://www.pmkri.or.id/silaturahmi-idul-fitri-pmkri-yogyakarta-555.php?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=silaturahmi-idul-fitri-pmkri-yogyakarta</link>
		<comments>http://www.pmkri.or.id/silaturahmi-idul-fitri-pmkri-yogyakarta-555.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 10:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PMKRI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Cabang Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Lusiana Bintang Siregar]]></category>
		<category><![CDATA[PMII]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRI]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pmkri.or.id/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[YOGYAKARTA (04/09). Idul Fitri banyak berkaitan dengan tradisi. Salah satu dari tradisi itu adalah memelihara silaturahmi. Berkaitan dengan pentingnya silaturahmi dalam membangun kebersamaan anak-anak negeri, para pengurus dan anggota PMKRI Cabang Yogyakarta Santo Thomas Aquinas melakukan silaturahmi Idul Fitri ke rumah salah satu tokoh muda NU dan mantan aktivis PMII, Bpk Mustafied. Dalam kunjungan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/09/305147_256496861047350_100000611131705_861536_7291234_n.jpg"><img class="size-full wp-image-556 aligncenter" title="Silaturahmi PMKRI " src="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/09/305147_256496861047350_100000611131705_861536_7291234_n.jpg" alt="" width="648" height="432" /></a>YOGYAKARTA (04/09)</strong>. Idul Fitri banyak berkaitan dengan  tradisi. Salah satu dari tradisi itu adalah memelihara silaturahmi.  Berkaitan dengan pentingnya silaturahmi dalam membangun kebersamaan  anak-anak negeri, para pengurus dan anggota PMKRI Cabang Yogyakarta  Santo Thomas Aquinas melakukan silaturahmi Idul Fitri ke rumah salah  satu tokoh muda NU dan mantan aktivis PMII, Bpk Mustafied.</p>
<div>Dalam kunjungan yang singkat tersebut Pak  Mus berdialog soal keorganisasian gerakan mahasiswa. Beliau membagikan  pengalamannya saat memimpin PMII di masa kuliahnya dulu. Selain berbagi  soal sistem kaderisasi yang dilakukan di PMII serta model gerak  membasis, Pak Mus menekankan pentingnya komisariat kampus sebagai salah  satu pintu utama kaderisasi. Dalam berbagai ruang kampus yang dinamis  ada pembagian kerja antar cabang dan komisariat, sehingga peran  kaderiasi di tingkat cabang lebih banyak berkaitan dengan level  kaderisasi tingkat lanjut. Sementara untuk rekruitmen ditangani di  wialayah komisariat. Berkaitan dengan kepemimpinan, menurut beliau PMII  melibatkan tiap elemen dalam menyusun kepengurusan sehingga secara  partisipatif setiap kelompok dilibatkan. Model demikian juga secara  sistemik dapat mengurangi potensi konflik yang dapat muncul oleh  perbedaan cara pandang kelompok dalam organisasi.</div>
<div>Lusiana Bintang Siregar dalam kesempatan  itu berharap bahwa kesempatan silaturahmi ini akan dapat berlanjut ke  dalam bentuk kerjasama diskusi dan pelatihan demi pengembangan  kaderisasi mahasiswa. Menurut Bintang, PMKRI Yogyakarta perlu membenahi  banyak hal untuk membangun kaderisasi yang berkualitas termasuk  bertukargagasan dengan setiap pihak yang memahami soal kepemimpinan dan  gerakan mahasiswa.</div>
<p>Sebelum  mengakhiri silaturahmi yang diisi dengan diskusi seputar kaderisasi, Pak  Mus dan Ketua Presidium PMKRI Yogyakarta membangun sebuah harapan untuk  bersinergi dalam mengembangkan potensi gerakan mahasiswa melalui  fasilitasi pelatihan termasuk memahami soal keislaman dalam konteks  kebangsaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pmkri.or.id/silaturahmi-idul-fitri-pmkri-yogyakarta-555.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beasiswa S-2 Kemenpora-Sekolah Pascasarjana UGM</title>
		<link>http://www.pmkri.or.id/beasiswa-s-2-kemenpora-sekolah-pascasarjana-ugm-545.php?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=beasiswa-s-2-kemenpora-sekolah-pascasarjana-ugm</link>
		<comments>http://www.pmkri.or.id/beasiswa-s-2-kemenpora-sekolah-pascasarjana-ugm-545.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 13:18:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PMKRI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pmkri.or.id/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[Beasiswa S-2 Kemenpora-Sekolah Pascasarjana UGM]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/08/Lampiran_Draft_UGM_Baru1.pdf">Beasiswa S-2 Kemenpora-Sekolah Pascasarjana UGM</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pmkri.or.id/beasiswa-s-2-kemenpora-sekolah-pascasarjana-ugm-545.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PESAN RAMADHAN DARI VATIKAN</title>
		<link>http://www.pmkri.or.id/pesan-ramadhan-dari-vatikan-536.php?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pesan-ramadhan-dari-vatikan</link>
		<comments>http://www.pmkri.or.id/pesan-ramadhan-dari-vatikan-536.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 05:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PMKRI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pmkri.or.id/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama di Tahta Suci Vatikan menyampaikan pesan Ramadhan untuk Idul Fitri 2432 H melalui Presiden dan Sekretaris Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama di Tahta Suci Vatikan, Jean-Louis Kardinal Tauran, dan Uskup Agung, Monsignor Pier Luigi Celata.  Kami sajikan pesan selengkapnya : Sahabat-sahabat Muslim yang terkasih, Akhir bulan puasa Ramadan adalah merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama di Tahta Suci Vatikan</em> menyampaikan pesan Ramadhan untuk Idul Fitri 2432 H melalui <em>Presiden dan Sekretaris Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama di Tahta Suci Vatikan</em>, Jean-Louis Kardinal Tauran, dan Uskup Agung, Monsignor Pier Luigi Celata.  Kami sajikan pesan selengkapnya :</p>
<p><a href="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/08/2011-04-22__m041.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-538" title="Jean Louis Cardinal Tauran" src="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/08/2011-04-22__m041.jpg" alt="" width="280" height="283" /></a>Sahabat-sahabat Muslim yang terkasih,</p>
<blockquote>
<ol>
<li>Akhir bulan puasa Ramadan adalah merupakan sebuah kesempatan yang menggembirakan bagi <em>Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama</em> untuk mengirimkan ucapan Selamat yang paling tulus kepada Anda dengan harapan, agar segala upaya yang telah dilakukan dengan senang hati selama bulan ini akan menghasilkan buah-buah rohani yang diidam-idamkan.</li>
<li>Untuk tahun ini, kami berpikir untuk memberikan prioritas kepada topik <em>dimensi rohani dari pribadi manusia</em>. Topik ini berkaitan dengan sebuah kenyataan yang dianggap amat penting oleh umat Kristiani dan umat Muslim, yang sama-sama menghadapi tantangan materialisme dan sekularisasi. Hubungan setiap manusia dengan Yang Ilahi sesungguhnya bukan hanya merupakan sebuah momen di dalam sejarah, melainkan sebuah bagian dari kodrat manusia itu sendiri. Kita tidak percaya kepada nasib; tetapi kita yakin – lebih dari itu adalah merupakan pengalaman kita sendiri – bahwa Tuhan senantiasa menuntun kita di jalan hidup ini!</li>
<li>Umat Kristiani dan umat Muslim, sekalipun berbeda, toh besama-sama mengakui harkat dan martabat manusia yang diberkahi dengan hak-hak serta kewajiban. Keduanya sepakat bahwa akal budi dan kebebasan adalah sungguh-sungguh merupakan anugerah yang harus mendorong umat beriman untuk mengakui nilai-nilai ini yang diberikan karena berbasis di atas kodrat manusia yang sama.</li>
<li>Oleh sebab itu, penyebaran nilai-nilai kemanusiaan dan moral tersebut kepada generasi muda merupakan sebuah perhatian kita bersama. Adalah kewajiban kita untuk membantu mereka agar mereka menyadari bahwa ada kebaikan dan kejahatan, bahwa hati nurani adalah instansi tempat sakral yang harus dihormati, dan bahwa pengembangan aspek rohani membuat kita semakin bertanggungjawab, semakin mendukung dan semakin terbuka untuk kebaikan bersama.</li>
<li>Umat Kristiani dan umat Muslim terlalu sering menjadi saksi kejahatan terhadap yang sakral, terhadap kecurigaan, di mana mereka yang menyebut dirinya orang beriman justru yang menjadi sasarannya. Kita tidak bisa tidak harus mengakhiri segala bentuk fanatisme dan intimidasi, prasangka-prasangka dan polemik-polemik, demikian pula diskriminasi yang kadang-kadang menjadikan umat beriman sebagai sasaran, baik didalam kehidupan sosial dan politik, maupun di dalam media massa.</li>
<li>Secara rohani kami merasa dekat dengan Anda, sahabat-sahabat sekalian, dan seraya memohon kepada Tuhan agar Ia melimpahkan kekuatan rohani yang diperbaharui kepada Anda sekalian; kami mengirimkan kepada Anda ucapan Selamat untuk perdamaian dan kebahagiaan.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jean-Louis Cardinal Tauran<br />
<em>President</em><br />
Archbishop Pier Luigi Celata<br />
<em>Secretary</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pmkri.or.id/pesan-ramadhan-dari-vatikan-536.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benedict XVI:&#8221;Communicate the joy of your faith to the others&#8221;</title>
		<link>http://www.pmkri.or.id/benedict-xvicommunicate-the-joy-of-your-faith-to-the-others-527.php?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=benedict-xvicommunicate-the-joy-of-your-faith-to-the-others</link>
		<comments>http://www.pmkri.or.id/benedict-xvicommunicate-the-joy-of-your-faith-to-the-others-527.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 05:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PMKRI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[MAGiS]]></category>
		<category><![CDATA[WYD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pmkri.or.id/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[MAGIS, August 22 2011- The MAGIS pilgrims are on their way back home, tired but very happy. The majority of the 3,000 MAGIS pilgrims hosted in the Jesuit school Nuestra Señora del Recuerdo departed yesterday afternoon for their home countries. They went either by coach or, if they were going a longer distance, by plane; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/08/228957_10150408997784638_91119074637_10667672_1388540_n2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-528" title="World Youth Day 2011" src="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/08/228957_10150408997784638_91119074637_10667672_1388540_n2.jpg" alt="" width="283" height="299" /></a>MAGIS, August 22 2011- The MAGIS pilgrims are on their way back home, tired but very happy. The majority of the 3,000 MAGIS pilgrims hosted in the Jesuit school Nuestra Señora del Recuerdo departed yesterday afternoon for their home countries. They went either by coach or, if they were going a longer distance, by plane; most of them will have to travel for many hours to get home. It has been a very intense experience that began on 5 August in Loyola and finished only a few hours ago with Mass with Pope Benedict XVI at Cuatro Vientos.</p>
<p>Since their arrival at the school in Madrid last Monday, the 3,000 MAGIS pilgrims have been participating in many of the cultural and pastoral activities offered by JMJ. Many of them have listed the catechesis of the bishops, the visit to the Exhibition on the Paraguayan Reductions, the Taizé prayer and the little sightseeing they could do in these days, such as visiting the Prado Museum, as highlights. On Friday they had an important appointment: the screening of the MAGIS film that has been recorded by a group of professionals from the beginning of this Ignatian experience. After the screening, pilgrims attended the Via Crucis that was celebrated in Paseo de Recoletos &#8211; it was a wonderful introduction to the religious and cultural traditions of Spain for young people from different cultures.</p>
<p>The last two days of World Youth Day were marked by more than a million pilgrims attending Cuatro Vientos aerodrome, in the heat, wind and rain. All the MAGIS pilgrims made their way from the school to the airfield on Saturday morning to be present at the Saturday evening Vigil and at the Mass presided at by the Holy Father. In his homily, Pope Benedict XVI encouraged them to share everything they have experienced during these days: &#8220;Your friends may want to see what has changed after being with the Pope and with thousands of youngsters. I would like to invite you to give a bold testimony of Christian life to others&#8221;. &#8220;Communicate the joy of your faith to others&#8221;, added the Pope.</p>
<p>These weeks have been a very intense time for many reasons. Mariel Rodríguez from Seville, explains how she found even in the rain a sign to &#8220;remain firm in the faith&#8221; and how she appreciated the neighbours of Cuatro Vientos throwing water from the balconies to help pilgrims to deal with the heat: &#8220;in the dust, in the heat &#8211; God was in the middle of all that and among the people indeed&#8221;. Moreover, she points out that the most important thing that she is taking away from MAGIS is &#8220;a lot of confidence in God and closeness to Him&#8221;. She was in a social experience, with elderly people with mental disabilities in Portugal, and she says that &#8220;finding God with them was really awesome!&#8221; Jesuit, Erwin Lazrado, coordinator of the 52 Indian pilgrims, told us while he was saying goodbye to some members of his group that MAGIS 2011 &#8220;was a great experience for the heart of all the pilgrims and a chance to get deeper in their faith&#8221;. He says that the principal experience they are bringing back to their country from WYD is &#8220;the feeling of being united as one Catholic Church with the Holy Father.&#8221; Fr. Erwin also points out the importance of the global experience for all of the pilgrims that came with him: &#8220;They are young people from rural areas who were chosen to participate; this has been the first time they have taken a flight and they have met people from different cultures&#8230;&#8221;.</p>
<p>The Romanian coordinator, Florin Silaghi SJ, came to MAGIS 2011 together with 38 people who have already asked him to organize an experience like MAGIS for the occasion of the &#8220;National Catholic Gathering&#8221;, to be celebrated next year in Romania. His highlights from WYD were, &#8220;the possibility to choose which cultural or spiritual events we preferred to attend&#8221; and also, &#8220;how much we have enjoyed the city&#8221;. Their MAGIS experiences were in Malaga (entertainment on the street), Valencia (interreligious dialogue), Manresa (Spiritual Dialogue), and also some Faith and Culture experiences and pilgrimages.</p>
<p>This is how the MAGIS 2011 experience comes to its end: with thousands of reflections, experiences, memories, writings, new questions and some answers. And with a common experience of feeling that MAGIS 2011 has been a new, special and deep opportunity to live &#8220;With Christ at the Heart of the World&#8221;.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Press MAGIS 2011<br />
Contact to Daniel Villanueva sj or Anna Roig<br />
Phone: 645 854 546 &#8211; press@magis2011.org<br />
www.magis2011.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pmkri.or.id/benedict-xvicommunicate-the-joy-of-your-faith-to-the-others-527.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Jurnalistik PMKRI Tondano &amp; AJI Manado</title>
		<link>http://www.pmkri.or.id/pelatihan-jurnalistik-pmkri-tondano-aji-manado-517.php?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pelatihan-jurnalistik-pmkri-tondano-aji-manado</link>
		<comments>http://www.pmkri.or.id/pelatihan-jurnalistik-pmkri-tondano-aji-manado-517.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 02:44:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PMKRI</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cabang Tondano]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRI]]></category>
		<category><![CDATA[Tondano]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pmkri.or.id/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[30 Kader PMKRI Tondano Ikut Pelatihan Jurnalistik Pineleng- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tondano bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado menggodok tak kurang dari 30 calon wartawan dalam pelatihan yang digelar, Jumat-Sabtu (19-20/08), bertempat di Wisma Lorenzo Lotta Pineleng, Minahasa. Usai dibuka secara resmi oleh Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Tondano, Werenfridus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/08/pelatihan-jurnalistik.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-519" title="pelatihan jurnalistik" src="http://www.pmkri.or.id/wp-content/uploads/2011/08/pelatihan-jurnalistik-1024x768.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p><strong>30 Kader PMKRI Tondano Ikut Pelatihan Jurnalistik</strong></p>
<p>Pineleng- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tondano bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado menggodok tak kurang dari 30 calon wartawan dalam pelatihan yang digelar, Jumat-Sabtu (19-20/08), bertempat di Wisma Lorenzo Lotta Pineleng, Minahasa.<br />
Usai dibuka secara resmi oleh Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Tondano, Werenfridus Talia, pemaparan materi pertama disampaikan oleh Ketua AJI Kota Manado, Agoes Soemarwah. Dalam penyampaiannya, Marwah menjelaskan tentang latar belakang berdirinya organisasi AJI serta bagaimana seorang jurnalis menjalankan tugasnya sehari-hari dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. “AJI berdiri tahun 1994 sebagai bentuk perlawanan terhadap pengekangan pers oleh resim penguasa waktu itu,” tandas Marwah.<br />
Dalam kesempatan itu, Marwah juga menekankan pentingnya memahami dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dalam tugas-tugas wartawan.<br />
Selanjutnya, Anggota Divisi Advokasi AJI Kota Manado yang juga Redaktur Harian Komentar, Simon Making SS tampil memberikan materi tentang Reportase dan Tekhnik Wawancara. Pemaparan selama lebih kurang dua jam ini mendapat apresiasi dari peserta, apalagi pemateri memberikan contoh-contoh wawancara dalam berbagai konteks.<br />
Pada sesi ketiga, keempat dan kelima, serta ke enam pemateri yang hadir adalah Sekjen AJI Kota Manado Yoseph E Ikanubun yang berbicara tentang seluk beluk berita dan tekhnik penulisan straight news. Disusul kemudian Redaktur Harian METRO, Farry Oroh yang membahas tentang tekhnik penulisan feature, Doan Tagah berbicara soal Fighting Spirit Wartawan.  Sesi terkahir di hari pertama adalah pengantar Jurnalisme Televisi yang disampaikan oleh Supardi Bado (wartawan MNC TV).<br />
Ketua Panitia Milander Kaunang didampingi Sekretaris Jacklin Claudia Manorek mengatakan, di hari terakhir pelatihan, tampil tiga pemateri masing-masing Ishak Kusrant (Wartawan KBR 68H), yang menyajikan materi Pengantar Jurnalisme Radio, disusul Simon Making (Wartawan Harian Komentar), yang membawa materi Liputan dan Penulisan Berita Kriminal, dan materi terakhir Liputan dan Penulisan Berita Hiburan disampaikan oleh Caesar Tombeg (Wartawan Harian Metro). “Akhirnya rangkaian kegiatan pelatihan selama dua hari ini bisa terlaksana dengan baik. Kami sampaikan Terimakasih kepada Pengurus AJI Kota Manado yang bisa berbagi ilmu dengan kami selama pelatihan ini ,” ungkap Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Tondano, Werenfridus Talia didampingi Sekjen Maya Melania Oping usai penutupan kegiatan.<br />
Ditambahkan Talia, ke depannya PMKRI sangat berharap ada bentuk-bentuk kerjasama dengan AJI Manado baik dalam bentuk pelatihan-pelatihan maupun pembentukan kelompok diskusi untuk pengembangan pengetahuan serta skil bagi kalangan mahasiswa.<br />
Sementara itu, Ketua AJI Manado, Agoes Soemarwah berharap  materi-materi pelatihan yang diberikan bisa menjadi bekal khususnya bagi mereka yang memang menaruh minat menjadi jurnalis. “Mudah-mudahan dengan pelatihan ini, kawan-kawan mahasiswa mendapat pengeahuan tentang jurnalisme dan bias menjadi bekal khususnya bagi mereka yang menaruh minat di dunia kewartawanan,” papar Soemarwah didampingi Sekjen AJI Manado, Yoseph E Ikanubun SPd.(***)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pmkri.or.id/pelatihan-jurnalistik-pmkri-tondano-aji-manado-517.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

